—·
Uji berbasis mekanika atas klaim biaya baterai 2020–2025: survei pack benchmark BloombergNEF dan pemecahan segmen menunjukkan bagaimana bauran kimia serta harga EV vs non-EV mengarahkan penurunan $/kWh.
“Benchmark” adalah hal terdekat yang dimiliki pasar baterai EV dengan indeks harga publik. BloombergNEF (BNEF) menerbitkan survei harga baterai lithium-ion tahunan yang mengumpulkan laporan seperti harga transaksi lintas berbagai penggunaan akhir, lalu melaporkan rata-rata volume-weighted dalam satuan $/kWh pada level pack (dan, pada beberapa rilis, sel). Pada 2025, BNEF melaporkan rekor **rata-rata harga pack global terendah sebesar $108/kWh, turun 8% dibanding 2024, serta mengaitkan penurunan itu pada kelebihan kapasitas manufaktur, persaingan yang ketat, dan pergeseran kimia ke LFP. (https://about.bnef.com/insights/clean-transport/lithium-ion-battery-pack-prices-fall-to-108-per-kilowatt-hour-despite-rising-metal-prices-bloombergnef/)
Namun survei itu juga “kotak hitam” dalam cara tertentu: ia bukan sekadar kurs spot-market yang tinggal diikuti. Harga yang tampak dalam $/kWh adalah hasil dari konfigurasi kontrak (jangka panjang vs spot, forward supply, timing tender), kurva biaya yang spesifik untuk tiap kimia, serta bauran lintas aplikasi (pack transport EV versus pack penyimpanan stasioner).
Karena itu, bahkan angka utama BNEF bisa terlihat sebagai penurunan biaya yang rapi, padahal penggeraknya sedang bergeser di antara “ekonomi kimia” dan “ekonomi aplikasi”.
Beda inilah yang penting bagi peneliti yang hendak memverifikasi narasi “penurunan 2020–2025”. Jika benchmark BNEF diperlakukan seolah sepenuhnya ditentukan oleh pembelajaran proses dan penurunan biaya bahan baku, maka besar kemungkinan peneliti melewatkan bahwa sebagian besar kurva mungkin sebenarnya adalah persoalan bauran: LFP versus NMC dan EV versus non-EV. Rilis BNEF sendiri pada 2025 sudah menandai jalur bauran itu melalui laporan pack LFP sebesar $81/kWh berbanding pack NMC sebesar $128/kWh pada 2025. (https://about.bnef.com/insights/clean-transport/lithium-ion-battery-pack-prices-fall-to-108-per-kilowatt-hour-despite-rising-metal-prices-bloombergnef/)
Verifikasi kurva biaya untuk 2020–2025 perlu memisahkan dua tuas yang berbeda secara mekanis:
BNEF mendukung kedua tuas itu dalam ringkasan publik, tetapi tidak selalu menyajikan pemecahan tahunan LFP/NMC yang terlihat di setiap kutipan. Ini adalah batasan pengukuran yang perlu diperlakukan sebagai masalah metrik, bukan pilihan editorial.
Untuk artikel ini, kerangka yang digunakan adalah menjadikan level benchmark tahunan yang diterbitkan BNEF sebagai “tulang punggung”, lalu menerapkan pemisahan kimia menggunakan nilai pack LFP/NMC yang paling langsung dilaporkan untuk 2025, ditambah titik jangkar segmen pemakaian akhir yang BNEF ungkapkan secara publik untuk beberapa tahun.
Lalu, tindakan apa yang semestinya dilakukan peneliti secara berbeda? Jangan mulai dari pertanyaan “apakah biaya turun”. Mulailah dari “penurunan itu datang dari kompresi biaya di dalam satu kimia tertentu, atau dari pergeseran bauran lintas kimia dan lintas aplikasi”. Benchmark bisa turun karena kedua alasan tersebut, tetapi implikasi kebijakan dan pengaturan kontraknya berbeda tajam.
BNEF menggambarkan “Lithium-Ion Battery Price Survey” tahunan mencakup beberapa penggunaan akhir (termasuk passenger BEVs, komersial EV, dan penyimpanan stasioner), lalu menghasilkan rata-rata volume-weighted. Artinya, benchmark peka terhadap (a) berapa banyak kWh yang diperdagangkan pada tiap titik di rantai pasok dan (b) bagaimana volume kWh bergeser lintas jenis aplikasi serta lintas kimia.
Satu jangkar yang konkret: pada 2025, BNEF melaporkan benchmark pack seluruh segmen $108/kWh, sekaligus menyatakan pack penyimpanan stasioner turun ke $70/kWh (yang BNEF soroti sebagai segmen dengan harga terendah pada rilis tersebut). (https://about.bnef.com/insights/clean-transport/new-record-lows-for-battery-prices/)
Ini bukti langsung bahwa indeks $/kWh bukan “satu pasar”. Ia merupakan agregasi setidaknya dua rezim penetapan harga.
Jebakan verifikasi terletak pada dekomposisi yang keliru: peneliti kerap memperlakukan benchmark seperti satu kurva tunggal yang digerakkan oleh biaya unit material dan langkah manufaktur. Tetapi pada indeks bauran volume-weighted, penurunan besar tetap bisa terlihat meskipun satu segmen stabil atau bahkan naik—asal segmen lain bergerak turun lebih cepat dalam harga kWh yang ikut tertimbang volumenya.
Rilis BNEF 2024 memperlihatkan poin struktural yang sama pada level headline. BNEF melaporkan harga pack baterai lithium-ion turun 20% pada 2024 menjadi $115/kWh, menggambarkannya sebagai penurunan tahunan terbesar sejak 2017, sambil menyebut kelebihan kapasitas manufaktur, ekonomi skala, harga logam dan komponen yang rendah, serta adopsi LFP. (https://about.bnef.com/insights/commodities/lithium-ion-battery-pack-prices-see-largest-drop-since-2017-falling-to-115-per-kilowatt-hour-bloombergnef/)
Implikasi yang bisa ditindaklanjuti untuk peneliti sederhana: verifikasi “penurunan kurva biaya” tidak mungkin dilakukan tanpa melacak bauran segmen dan kimia yang membentuk indeks. Tanpa itu, benchmark bisa saja mengonfirmasi indeks memang turun, tetapi menyamarkan bagian mana dari pasar yang sebenarnya membaik.
Jika fokus pada verifikasi benchmark harga baterai EV di pack dan cell $/kWh, dengan mekanika pemisahan kimia serta EV vs non-EV, rilis BNEF yang tersedia secara publik menyediakan beberapa jangkar tahunan. Namun yang tidak selalu disediakan pada setiap kutipan adalah tabel lengkap untuk setiap tahun yang memuat nilai LFP dan NMC dalam paragraf yang sama. Celah pengukuran ini nyata, dan dekomposisi “lengkap” menuntut menarik tabel laporan BNEF secara penuh atau memakai dataset berlisensi yang mereplikasi breakdown tahun-ke-tahun ala BNEF.
Meski begitu, untuk 2020–2025, titik jangkar headline cukup kuat untuk mendukung argumen berbasis mekanika bauran.
Sekarang lensa “verifikasi” menjadi lebih jelas: 2022 memperlihatkan pembalikan (naik hingga $151/kWh), lalu penurunan tajam pada 2023 dan 2024, kemudian penurunan yang lebih kecil namun tetap berlanjut pada 2025. Pola ini cocok dengan cerita tentang kontraksi siklus dan kelebihan kapasitas lebih daripada kisah kurva pembelajaran global yang mulus.
Pada 2025, pemisahan kimia bisa diamati langsung dalam ringkasan publik BNEF: pack LFP di $81/kWh dan pack NMC di $128/kWh. (https://about.bnef.com/insights/clean-transport/lithium-ion-battery-pack-prices-fall-to-108-per-kilowatt-hour-despite-rising-metal-prices-bloombergnef/)
Selisih $47/kWh ini besar. Jika volume pasar kWh bergeser ke LFP, benchmark bisa turun meskipun biaya rekayasa absolut kedua kimia bergerak secara moderat.
Verifikasi yang tepat harus menanyakan apakah LFP menjadi lebih murah karena pembelajaran di dalam kimia tersebut, atau karena kelebihan kapasitas manufaktur dan kompetisi yang memusatkan pasokan pada LFP. Penjelasan BNEF untuk 2025 menunjuk pada kelebihan kapasitas, persaingan, dan adopsi LFP sebagai pendorong—meski biaya logam justru naik. (https://about.bnef.com/insights/clean-transport/lithium-ion-battery-pack-prices-fall-to-108-per-kilowatt-hour-despite-rising-metal-prices-bloombergnef/)
Untuk mengisolasi mekanik, dibutuhkan grafik yang tidak mengklaim membuktikan dekomposisi penuh 2020–2025. Namun grafik perlu menunjukkan apa yang bisa disimpulkan hanya dari sebaran kimia.
Angka publik BNEF menyediakan level pack LFP dan NMC untuk 2025 dalam ringkasannya. Selain itu, nilai benchmark pack seluruh segmen dapat dipautkan berdasarkan tahun. Maka visualisasi ini sengaja bersifat asimetris: ia menampilkan (i) jalur benchmark seluruh segmen untuk 2020, 2022, 2023, 2024, 2025, dan (ii) satu-satunya level LFP dan NMC yang dilaporkan langsung dalam kutipan teks yang dapat diakses—yakni untuk 2025.
Untuk tahun-tahun sebelumnya, grafik tidak memasukkan nilai LFP/NMC hasil tebak-tebakan. Ini adalah ilustrasi mekanika, bukan rekonstruksi kimia tahun-ke-tahun.
Berikut visualisasi yang berorientasi verifikasi dengan data yang bisa didukung dari teks BNEF publik: sebaran kimia 2025 dan jalur benchmark pack seluruh segmen. (Untuk tahun-tahun sebelumnya, dibutuhkan tabel lengkap BNEF atau dataset berlisensi untuk mengisi nilai pack LFP/NMC tahun-ke-tahun tanpa asumsi.)
Batang untuk 2025 menunjukkan mengapa bauran kimia saja dapat mengayunkan angka indeks: penetapan harga pack LFP di $81/kWh dan NMC di $128/kWh sangat berjauhan. (https://about.bnef.com/insights/clean-transport/lithium-ion-battery-pack-prices-fall-to-108-per-kilowatt-hour-despite-rising-metal-prices-bloombergnef/)
Sementara batang-batang tahun lain memperlihatkan benchmark seluruh segmen bergerak dari $137/kWh pada 2020 menuju $151/kWh pada 2022, lalu turun hingga $108/kWh pada 2025. (https://about.bnef.com/insights/clean-energy/battery-pack-prices-cited-below-100-kwh-for-the-first-time-in-2020-while-market-average-sits-at-137-kwh/, https://about.bnef.com/insights/commodities/lithium-ion-battery-pack-prices-rise-for-first-time-to-an-average-of-151-kwh/, https://about.bnef.com/insights/clean-energy/lithium-ion-battery-pack-prices-hit-record-low-of-139-kwh/, https://about.bnef.com/insights/commodities/lithium-ion-battery-pack-prices-see-largest-drop-since-2017-falling-to-115-per-kilowatt-hour-bloombergnef/, https://about.bnef.com/insights/clean-transport/lithium-ion-battery-pack-prices-fall-to-108-per-kilowatt-hour-despite-rising-metal-prices-bloombergnef/)
Tuas kedua adalah segmentasi aplikasi. Survei BNEF mencakup beberapa penggunaan akhir, dan yang lebih penting: rilis publik sering menyoroti bahwa pergerakan segmen yang berbeda tidak selalu seragam.
Dalam ringkasan BNEF 2025, BNEF melaporkan pack penyimpanan stasioner turun menjadi $70/kWh, dan membingkainya sebagai penurunan besar dibanding 2024 serta sebagai segmen dengan harga terendah. (https://about.bnef.com/insights/clean-transport/new-record-lows-for-battery-prices/)
Ini penting karena penyimpanan stasioner tidak memiliki kesetaraan kontraktual yang sama dengan pasokan baterai EV. Proyek penyimpanan bisa berperilaku seperti pengadaan infrastruktur dengan ritme tender yang berbeda dan pembagian risiko yang berbeda dibanding program kendaraan OEM.
Energy-Storage.News, yang meliput rilis BNEF, juga menyebut harga pack segmen transport BEV sebesar $99/kWh pada 2025, sekaligus menekankan bahwa penyimpanan stasioner adalah penurun paling curam dengan $70/kWh. (https://www.energy-storage.news/li-ion-battery-pack-prices-fell-8-since-last-year-despite-metals-prices-rising-bloombergnef-says/?jet_blog_ajax=1&nocache=1765526002)
Bahkan jika perlakuan dilakukan sebagai rangkuman media atas rilis BNEF, kesimpulan investigatifnya sama: saat benchmark turun, penurunan itu dapat terjadi karena satu segmen aplikasi bergerak dalam keseimbangan penawaran-permintaan yang berbeda.
BNEF secara eksplisit mengaitkan penurunan 2025 dengan “continued cell manufacturing overcapacity” dan “intense competition” di samping adopsi LFP. (https://about.bnef.com/insights/clean-transport/lithium-ion-battery-pack-prices-fall-to-108-per-kilowatt-hour-despite-rising-metal-prices-bloombergnef/)
Jika kelebihan kapasitas ada, pemasok kerap melakukan penawaran agresif pada segmen yang paling responsif terhadap pengadaan. Segmen itu bisa penyimpanan stasioner, bila permintaan tender bertahan atau bila OEM dibuffer secara kontraktual lewat mekanisme harga multi-kuartal.
Dari sinilah volatilitas bulan-ke-bulan dalam harga riil bisa terjadi meskipun benchmark tahunan tampak mulus. Survei tahunan adalah ringkasan. Proses “netting” kontrak yang mendasarinya berjalan terus-menerus.
Lalu apa yang seharusnya dilakukan terkait EV versus non-EV? Perlakukan benchmark seperti portofolio berbobot. Jika tujuan mendapatkan “kebenaran harga baterai EV” untuk pembelian OEM, maka perlu dimodelkan selisih antara lintasan harga seluruh segmen dan lintasan harga segmen khusus EV (ketika tersedia secara publik). Harga non-EV bisa menarik rata-rata ke bawah.
Pesan dalam rilis survei juga memberi petunjuk tentang apa yang tidak semestinya diasumsikan. Pada 2025, BNEF menyatakan harga pack turun menjadi $108/kWh “meski harga logam meningkat”, dan mengaitkannya pada kelebihan kapasitas, persaingan, serta adopsi LFP. (https://about.bnef.com/insights/clean-transport/lithium-ion-battery-pack-prices-fall-to-108-per-kilowatt-hour-despite-rising-metal-prices-bloombergnef/)
Ini merupakan contoh tandingan langsung terhadap narasi sederhana “logamlah yang menggerakkan kurva”.
Demikian pula, rilis BNEF 2024 menugaskan kelebihan kapasitas dan persaingan ketat sebagai pendorong utama bersama harga logam/komponen yang rendah serta adopsi LFP. (https://about.bnef.com/insights/commodities/lithium-ion-battery-pack-prices-see-largest-drop-since-2017-falling-to-115-per-kilowatt-hour-bloombergnef/)
Dari sudut pandang kontrak, kelebihan kapasitas memengaruhi daya tawar. Jika pabrik sel memiliki jalur produksi yang menganggur, pemasok dapat menekan $/kWh lebih rendah ke dalam kontrak—terutama kontrak yang proses penerimaannya lebih cepat atau siklus kualifikasinya sudah mapan. Biasanya, segmen non-EV bisa menerima penyesuaian lebih dulu, lalu merembet ke EV ketika OEM mencari keringanan biaya untuk menjaga margin.
Penjelasan ini juga membantu memahami mengapa tren 2022 “melawan arus”. BNEF melaporkan harga pack naik menjadi $151/kWh pada 2022, serta menyatakan pack LFP rata-rata 20% lebih murah daripada sel NMC pada tahun yang sama. (https://about.bnef.com/insights/commodities/lithium-ion-battery-pack-prices-rise-for-first-time-to-an-average-of-151-kwh/)
Intinya bukan bahwa LFP lenyap pada 2022, melainkan bahwa indeks bisa tetap naik jika tekanan biaya lain serta dinamika penawaran-permintaan yang berbeda lebih dominan.
Benchmark menyimpan daya tawar. Kelebihan kapasitas mengubah kemiringan “kurva daya” itu, sementara adopsi kimia mengubah sensitivitasnya. Ketika dua hal ini bertemu, benchmark dapat turun lebih cepat daripada yang dibenarkan oleh logam semata.
Permintaan ringkas mencantumkan minimal dua kasus dunia nyata, tetapi persyaratan investigasi yang lebih dalam meminta minimal empat. Tantangannya adalah disiplin pembuktian: sumber publik jarang membocorkan angka $/kWh kontrak yang bisa dibandingkan langsung dengan BNEF.
Karena itu, kasus-kasus berikut berfokus pada hasil dan kronologi yang terdokumentasi, yang secara plausibel terhubung dengan mekanika benchmark (substitusi kimia, peralihan rute pasokan akibat tarif, atau pergeseran program pengadaan). Setiap kasus tetap memiliki keterbatasan bukti; jika data penetapan harga langsung tidak tersedia, hal itu dinyatakan secara gamblang.
Bahkan tanpa data $/kWh tingkat kontrak, sebuah kasus tetap berguna secara analitis jika mengubah salah satu variabel yang menentukan benchmark: pangsa kimia (LFP vs NMC), bauran segmen (EV vs penyimpanan stasioner), atau intensitas/timing kontrak (ketika pemasok mendorong diskonto ke tender). Maka, kasus-kasus berikut ditulis sebagai “pengubah variabel,” bukan pengganti datapoint benchmark.
Pada 2025, sebuah laporan mengisahkan LG Energy Solution mengamankan kontrak besar baterai LFP di tengah tekanan tarif AS, sembari mencatat bahwa baterai LFP relatif murah dan tahan lama. Laporan tersebut juga menyebut Tesla memakai LFP buatan CATL. Laporan itu membingkai kontrak sebagai respons terhadap tarif yang merombak rantai pasok. (https://biz.chosun.com/en/en-industry/2025/08/04/OWWLDJ6OMRFIVMIY4LFR4LOERI/)
Timeline: kontrak dilaporkan pada Agustus 2025.
Outcome: redistribusi pemasok menuju LFP di bawah kendala tarif.
Data implementasi langsung (nilai $/kWh yang dibayar aktual) tidak disertakan dalam kutipan pelaporan, sehingga kasus ini perlu diperlakukan sebagai kasus “mekanika”, bukan kasus titik-benchmark. Nilai buktinya adalah tarif bisa menjadi pengubah pangsa kimia (mendorong pengadaan ke basis pasokan yang lebih ramah tarif), yang pada gilirannya dapat menekan benchmark dalam indeks campuran, meskipun harga logam tidak turun.
Laporan terpisah menyatakan Tesla menyetujui kontrak $4,3 miliar dengan LG Energy Solution untuk pasokan baterai LFP dari pabrik LGES di Michigan, AS, untuk sistem penyimpanan energi (bukan kutipan langsung untuk pack EV), dengan jendela pasokan Agustus 2027 hingga Juli 2030. (https://battery-tech.net/battery-markets-news/tesla-strikes-4-3b-deal-with-lg-energy-for-lfp-batteries/)
Timeline: kesepakatan dijelaskan sebagai pelaporan publik pada 2025; jendela pasokan 2027–2030.
Outcome: pergeseran kimia dan geografi menuju input LFP yang diproduksi domestik.
Sekali lagi, kutipan sumber tidak menyediakan $/kWh. Nilai investigatifnya terletak pada mekanisme kontraknya: perjanjian berdurasi panjang dapat “meratakan” apa yang dibayar para pihak relatif terhadap benchmark tahunan, dan pengadaan penyimpanan energi bisa mengjangkar tekanan harga LFP lebih cepat secara waktu dibanding beberapa kontrak OEM EV—yang kemudian memengaruhi komponen bauran segmen indeks ketika volume penyimpanan meningkat.
Rilis 2024 BNEF sendiri memberi kredit pada kelebihan kapasitas manufaktur, ekonomi skala, dan adopsi LFP sebagai pendorong turunnya harga pack sebesar 20% menjadi $115/kWh. (https://about.bnef.com/insights/commodities/lithium-ion-battery-pack-prices-see-largest-drop-since-2017-falling-to-115-per-kilowatt-hour-bloombergnef/)
Timeline: analisis dirilis BNEF pada Desember 2024.
Outcome: tekanan pasokan struktural—bukan semata biaya logam—cukup untuk menggeser benchmark.
Kasus ini berbeda dari dua kasus pertama karena bentuknya “benchmark-to-structure”, bukan “company-to-contract”. Penggunaan analitisnya di sini adalah untuk membenarkan perlakuan “daya tawar” dan “timing kontrak” sebagai sesuatu yang endogen terhadap benchmark—yakni indeks tidak hanya merefleksikan siklus komoditas yang eksogen.
Kantor Teknologi Kendaraan Departemen Energi AS menyinggung alat estimasi biaya Argonne National Laboratory (BatPaC) dan melaporkan estimasi $153/kWh (2022) pada basis energi yang dapat digunakan untuk produksi berskala, yang mencerminkan logika pemodelan alat kurva biaya ketimbang benchmark pasar. (https://www.energy.gov/eere/vehicles/articles/fotw-1272-january-9-2023-electric-vehicle-battery-pack-costs-2022-are-nearly)
Timeline: unggahan DOE pada Januari 2023.
Outcome: ilustrasi bahwa hasil “harga baterai” bisa saling bertentangan karena perbedaan apakah yang dimaksud adalah biaya manufaktur yang dimodelkan atau benchmark survei BNEF.
Kasus ini krusial untuk metodologi peneliti: jangan mencampur definisi benchmark tanpa memberi label. Ia juga memperuncing persoalan dekomposisi—jika yang sedang diverifikasi adalah benchmark pasar, perlu diperhitungkan bauran dan kontrak; jika yang diverifikasi adalah biaya rekayasa yang dimodelkan, maka perlu diperhitungkan asumsi desain, utilisasi, dan pembelajaran manufaktur.
Kini kesimpulan yang siap untuk verifikasi bisa dinyatakan dalam istilah mekanika.
Verifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan tidak dapat mengklaim atribusi terkuantisasi penuh untuk 2020–2025 tanpa tabel kimia dan segmen tahun-ke-tahun yang mendasarinya. Cuplikan yang bisa diakses secara publik di sini tidak menyediakan level harga pack LFP dan NMC untuk setiap tahun 2020–2024 dengan cara yang sama seperti 2025. Karena itu, dekomposisi deret waktu kimia yang ketat tahun-ke-tahun tidak bisa dibangun tanpa (a) membeli dan mengekstrak nilai tabel BNEF, atau (b) menggunakan dataset berlisensi yang mereplikasi angka LFP/NMC tahun-ke-tahun ala BNEF. Nilai kimia tahun yang hilang tidak akan “direkayasa”.
Meski nilai historis LFP/NMC tidak tersedia, pengujian tetap bisa dilakukan untuk melihat apakah bauran secara plausibel cukup untuk menghasilkan porsi bermakna dari penurunan benchmark 2020–2025 melalui uji sensitivitas yang dipatok pada sebaran kimia 2025:
Ini menghasilkan kebutuhan yang terbatasi dan bisa diuji tentang besarnya pergeseran bauran, tanpa berpura-pura mengetahui nilai pack LFP dan NMC persis untuk tiap tahun.
Jika membuat time-series chart.js untuk harga pack 2020–2025 berdasarkan LFP versus NMC, perlakukan ini sebagai tugas pengadaan data: ambil langsung nilai harga pack kimia tahun-ke-tahun dari tabel survei tahunan BNEF untuk setiap tahun. Lalu:
Inilah alur kerja “verifikasi” yang mengubah benchmark dari narasi menjadi identitas akuntansi yang bisa diukur.
BNEF memperkirakan penurunan berlanjut hingga 2026 dan seterusnya, tetapi mekanismenya tidak hanya “pembelajaran”. Masih ada kelebihan kapasitas, persaingan, dan adopsi LFP—semuanya bisa berbalik lebih cepat daripada laju pembelajaran. Pada 2025, BNEF melaporkan kelebihan kapasitas dan persaingan sebagai pendorong utama turunnya pack meski harga logam meningkat. (https://about.bnef.com/insights/clean-transport/lithium-ion-battery-pack-prices-fall-to-108-per-kilowatt-hour-despite-rising-metal-prices-bloombergnef/)
Rekomendasi: European Commission dan lembaga pengadaan nasional yang membeli penyimpanan stasioner skala besar serta armada EV seharusnya meminta perbandingan penawaran (bid comparability) yang mencakup tagging $/kWh berbasis kimia dan tagging harga berbasis segmen dalam penilaian tender, bukan sekadar mengacu pada benchmark seluruh segmen. Tujuannya mencegah kontrak dipindai ke rata-rata lintas pasar yang bisa turun karena harga non-EV, sehingga pengadaan EV tetap terekspos.
Mengapa spesifik pada UE? Kebijakan baterai makin diformalkan dalam regulasi dan kebutuhan pelaporan; perbandingan penawaran adalah pelengkap praktis. Aksi penyederhanaan UE yang terkait merujuk pada reform due diligence untuk baterai (konteks tata kelola kebijakan baterai), menunjukkan UE aktif mengubah administrasi kepatuhan baterai. (https://consilium.europa.eu/en/press/press-releases/2025/07/18/simplification-council-adopts-law-to-stop-the-clock-on-due-diligence-rules-for-batteries/)
Prakiraan (12–18 bulan ke depan): Hingga akhir 2026, benchmark BNEF seluruh segmen kemungkinan tetap menurun atau bergerak dalam rentang, tetapi risiko divergensi akan makin besar menurut kimia dan segmen. Logikanya: persaingan dan kelebihan kapasitas bisa terus menekan harga, sementara bauran kimia dan timing tender aplikasi bisa menciptakan “whiplash” pada $/kWh pengadaan EV dibanding rata-rata benchmark. Prakiraan ini konsisten dengan framing BNEF 2025 bahwa penurunan didorong oleh competitive overcapacity dan adopsi kimia, bukan semata logam. (https://about.bnef.com/insights/clean-transport/lithium-ion-battery-pack-prices-fall-to-108-per-kilowatt-hour-despite-rising-metal-prices-bloombergnef/)
Peneliti dan praktisi sebaiknya berhenti mengejar satu headline $/kWh. Sebaliknya, verifikasi siapa membayar berapa untuk LFP versus NMC, serta apakah kWh tersebut berasal dari tender EV atau dari pengadaan non-EV.