U.S. Tariff Impacts3 menit baca

Bank Dunia Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Menjadi 2,3% di Tengah Eskalasi Tarif AS

Bank Dunia telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,3% untuk 2025, mencatat ketegangan perdagangan AS dan kebijakan tarif sebagai penyebab utama penurunan.

Pada bulan Juni 2025, Bank Dunia secara signifikan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2025 dari 2,7% menjadi 2,3%. Penyesuaian ini menandai laju pertumbuhan global terlemah sejak 2008, tidak termasuk periode resesi global yang nyata. Katalis utama bagi revisi ini adalah meningkatnya ketegangan perdagangan dan kebijakan tarif, terutama yang dipicu oleh Amerika Serikat. (cnbc.com)

Dampak pada Amerika Serikat

Ekonomi AS diproyeksikan mengalami perlambatan substansial, dengan ekspektasi pertumbuhan terpangkas setengahnya dari 2,8% pada 2024 menjadi 1,4% pada 2025. Penurunan tajam ini disebabkan oleh penerapan tarif yang meluas pada barang impor dan tindakan balasan dari mitra dagang. Ekonom utama Bank Dunia, Indermit Gill, menekankan bahwa tanpa perbaikan arah yang cepat, dampak terhadap standar hidup bisa sangat parah. (livemint.com)

Implikasi Ekonomi Global

Dampak dari kebijakan tarif AS meluas ke luar perbatasannya, memengaruhi dinamika ekonomi global. Proyeksi revisi Bank Dunia menunjukkan bahwa ekonomi global akan berkembang pada laju yang lebih lambat, dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 2,3% pada 2025 dan 2,4% pada 2026. Tren ini mengindikasikan potensi stagnasi dalam pertumbuhan ekonomi global, mengingat kembali ke tahun 1960-an, periode yang sebelumnya ditandai dengan laju pertumbuhan yang rendah. (brecorder.com)

Dampak Regional pada Ekonomi Berkembang

Ekonomi-ekonomi berkembang sangat rentan terhadap dampak kebijakan perdagangan AS. Misalnya, pertumbuhan PDB Meksiko kini diproyeksikan hanya 0,2% pada 2025, penurunan signifikan dari 1,5% yang diproyeksikan sebelumnya. Demikian pula, pertumbuhan Tiongkok diharapkan melambat akibat tarif AS, sektor real estat yang jatuh, dan populasi yang menua. Laporan Bank Dunia menekankan perlunya tindakan korektif untuk mengurangi dampak buruk ini terhadap standar hidup. (livemint.com)

Perspektif OECD

Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) juga telah merevisi proyeksi ekonomi mereka, mengaitkan penurunan ini dengan kebijakan tarif luas yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump. OECD memproyeksikan pertumbuhan PDB AS akan menurun dari 2,8% pada 2024 menjadi 1,6% pada 2025 dan 1,5% pada 2026, terutama akibat kenaikan biaya perdagangan. Pertumbuhan global juga diproyeksikan melambat, menandai penurunan dari tren ekspansi yang konsisten pasca-2020. (time.com)

Rekomendasi Kebijakan dan Prospek Masa Depan

Untuk menghadapi tantangan yang dihadapi akibat ketegangan perdagangan yang meningkat dan kebijakan tarif, penting bagi pembuat kebijakan untuk terlibat dalam dialog konstruktif guna mengurangi hambatan perdagangan. Bank Dunia menyarankan bahwa jika perselisihan perdagangan saat ini diselesaikan dengan kesepakatan yang memangkas tarif hingga setengah dari tingkatnya pada akhir Mei 2025, pertumbuhan global bisa lebih kuat sekitar 0,2 poin persentase rata-rata sepanjang tahun 2025 dan 2026. (cnbc.com)

Melihat ke depan, ekonomi global menghadapi periode ketidakpastian. Proyeksi Bank Dunia menunjukkan bahwa tahun 2020-an berada di jalur untuk menjadi dekade terlemah dalam pertumbuhan global sejak tahun 1960-an, dengan laju pertumbuhan yang terlalu rendah untuk menghindari stagnasi dan pengangguran di negara-negara berkembang dan pasar berkembang. (brecorder.com)

Kesimpulan

Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh Bank Dunia menyoroti dampak signifikan kebijakan perdagangan AS terhadap ekonomi global. Perlambatan yang diproyeksikan di kedua ekonomi AS dan global menekankan perlunya kerjasama internasional untuk menangani ketegangan perdagangan dan menerapkan kebijakan yang mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Tanpa upaya semacam itu, ekonomi global mungkin terus menghadapi tantangan dalam mencapai pertumbuhan yang kuat dan inklusif di tahun-tahun mendatang.

Referensi