Ocean Conservation4 menit baca

Perjanjian Laut Dalam Berlaku: Era Baru dalam Konservasi Laut Global

Perjanjian Laut Dalam, kesepakatan internasional untuk melindungi kehidupan laut, mulai berlaku pada 17 Januari 2026, setelah dua dekade negosiasi.

Perjanjian Laut Dalam, yang secara resmi dikenal sebagai Kesepakatan tentang Konservasi dan Penggunaan Berkelanjutan Keragaman Hayati Laut di Wilayah di Luar Yurisdiksi Nasional, merupakan langkah monumental dalam upaya konservasi laut global. Setelah hampir dua dekade negosiasi yang rumit, perjanjian ini mulai berlaku pada 17 Januari 2026, menandai era baru dalam perlindungan keragaman hayati laut. (apnews.com)

Tonggak Sejarah dalam Konservasi Laut

Adopsi perjanjian ini mengatasi kekurangan tata kelola yang telah lama ada atas laut dalam, yang mencakup sekitar 40% dari permukaan Bumi dan 64% dari lautan. Perairan internasional ini telah menghadapi masalah seperti penangkapan ikan berlebihan, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati yang diperburuk oleh perubahan iklim. Perjanjian ini menyediakan kerangka kerja untuk membentuk area perlindungan laut (MPA) dan menegakkan prinsip-prinsip keadilan, keberlanjutan, dan pembagian sumber daya yang adil. (time.com)

Salah satu pencapaian signifikan dari perjanjian ini adalah pendirian MPA di perairan internasional, yang merupakan komponen krusial dalam upaya global untuk melindungi 30% lautan pada tahun 2030. Sebelum perjanjian ini, kurang dari 1% dari laut dalam terlindungi, menunjukkan perlunya kesepakatan semacam ini yang mendesak. (apnews.com)

Partisipasi Global dan Ratifikasi

Perjanjian ini telah mendapatkan dukungan internasional yang substansial, dengan 83 negara, termasuk negara maritim besar seperti China dan Jepang, meratifikasi kesepakatan tersebut. Ratifikasi yang luas ini menekankan komitmen kolektif terhadap konservasi laut dan penggunaan berkelanjutan sumber daya laut. (apnews.com)

Namun, Amerika Serikat, meskipun telah menandatangani perjanjian tersebut, belum meratifikasinya, membatasi pengaruhnya hanya pada status pengamat. Situasi ini menyoroti kompleksitas dari kesepakatan internasional dan tantangan dalam mencapai partisipasi universal. (apnews.com)

Tantangan Implementasi dan Prospek Masa Depan

Meskipun adopsi perjanjian ini merupakan tonggak penting, kesuksesannya bergantung pada implementasi yang efektif. Lembaga kunci di bawah perjanjian, seperti sekretariat dan komite ilmiah, masih dalam tahap pengembangan. Keputusan konkret mengenai mekanisme penegakan, termasuk pemantauan satelit dan patroli internasional, diharapkan akan dibahas pada Konferensi Para Pihak yang pertama dan kedua. (apnews.com)

Perjanjian ini juga menekankan perlunya pembangunan kapasitas dan transfer teknologi ke negara-negara berkembang, memastikan bahwa semua negara dapat berpartisipasi dalam dan mendapatkan manfaat dari upaya konservasi laut. Pendekatan ini mendukung keadilan dan mengakui beragam tantangan yang dihadapi oleh negara-negara di berbagai tahapan pembangunan. (lemonde.fr)

Implikasi Lebih Luas untuk Konservasi Laut

Perjanjian Laut Dalam adalah bagian dari upaya internasional yang lebih luas untuk mengatasi tantangan dalam konservasi laut. Pada Juni 2025, Konferensi Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa di Nice, Prancis, berfokus pada mobilisasi aksi untuk konservasi dan penggunaan berkelanjutan lautan, laut, dan sumber daya laut. Selama konferensi tersebut, perjanjian ini diratifikasi oleh 19 negara, yang membawa total jumlah ratifikasi menjadi 51 dari 60 yang dibutuhkan. Kemajuan ini menekankan komitmen global terhadap konservasi laut. (en.wikipedia.org)

Meskipun ada kemajuan ini, dunia tidak berada pada jalur untuk memenuhi target konservasi keanekaragaman hayati yaitu melindungi 30% dari daratan dan laut pada tahun 2030, seperti yang diuraikan dalam Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal. Menurut Laporan Pelindung Planet 2024 yang diterbitkan oleh UNEP dan IUCN, perlindungan saat ini hanya mencakup 17,6% dari daratan dan 8,4% dari area laut. Ini menunjukkan bahwa meskipun kemajuan sedang dibuat, upaya yang signifikan masih diperlukan untuk mencapai tujuan konservasi global. (lemonde.fr)

Kesimpulan

Perjanjian Laut Dalam menandai momen penting dalam upaya global untuk melestarikan keragaman hayati laut dan memastikan penggunaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Keberhasilan implementasinya akan memerlukan kerjasama internasional yang berkelanjutan, struktur tata kelola yang efektif, dan komitmen terhadap keadilan dan keberlanjutan. Saat perjanjian ini mulai berlaku, dunia berada di ambang era baru dalam konservasi laut, dengan potensi untuk membalikkan penurunan ekosistem laut dan mengamankan masa depan yang lebih sehat bagi lautan.

Referensi