Dalam beberapa tahun terakhir, sektor energi terbarukan Tiongkok telah mengalami pertumbuhan yang tak tertandingi, menempatkan bangsa ini sebagai pemain penting dalam transisi energi global. Antara tahun 2021 dan 2024, Tiongkok memasang hampir sebanyak kapasitas angin dan solar dibandingkan dengan seluruh dunia digabungkan, melampaui target energi bersih tahun 2030 enam tahun lebih awal dari jadwal. Hanya pada tahun 2025, Tiongkok menambahkan 210 gigawatt (GW) kapasitas solar dan 51 GW kapasitas angin, menegaskan komitmennya terhadap pengembangan energi yang berkelanjutan. (lemonde.fr)
Ekspansi cepat ini tidak hanya merupakan pencapaian kuantitatif, tetapi juga menandakan perubahan sistemik dalam infrastruktur energi Tiongkok. Negara ini telah melakukan investasi substansial dalam jalur transmisi tegangan ultra-tinggi, sistem penyimpanan baterai berskala besar, dan elektrifikasi baik di sektor industri maupun bangunan. Sejak tahun 2023, listrik telah menjadi sumber energi dominan di sektor-sektor tersebut, dan proliferasi kendaraan listrik (EV) mulai menantang dominasi lama minyak dalam transportasi. Pada paruh pertama tahun 2025, sumber energi bersih memenuhi semua permintaan daya baru, yang mengarah pada pengurangan konsumsi bahan bakar fosil. (lemonde.fr)
Pengaruh Tiongkok meluas melampaui perbatasannya melalui dominasi dalam pembuatan dan inovasi teknologi bersih. Negara ini menyumbang lebih dari 80% pengajuan paten energi bersih pada tahun 2022, mencerminkan kepemimpinannya dalam mengembangkan panel solar efisiensi tinggi, teknologi pengisian cepat untuk kendaraan listrik, dan solusi energi bersih canggih lainnya. Inovasi-inovasi ini membuat teknologi terbarukan semakin mudah diakses dan terjangkau secara global, mempercepat pergeseran menuju energi berkelanjutan. (lemonde.fr)
Meskipun ada kemajuan ini, tantangan tetap ada. Tiongkok terus berinvestasi besar-besaran dalam energi fosil, menyetujui 66,7 GW kapasitas batu bara baru pada tahun 2024—yang tertinggi dalam satu dekade. Pendekatan ganda ini, yaitu memperluas energi terbarukan sambil mempertahankan infrastruktur batu bara, menimbulkan pertanyaan tentang komitmen jangka panjang negara ini dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Para analis menyarankan bahwa tanpa batasan emisi yang jelas dan penghapusan bahan bakar fosil yang lebih cepat, upaya Tiongkok mungkin tidak cukup untuk memenuhi tujuan iklim global. (time.com)
Ekspansi cepat energi terbarukan Tiongkok sedang membentuk dinamika energi global. Investasi substansialnya dalam infrastruktur energi bersih dan inovasi teknologi menetapkan standar baru untuk penerapan energi terbarukan. Namun, investasi bersamaan dalam energi batu bara menyoroti kompleksitas menyeimbangkan keamanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Saat Tiongkok terus memimpin dalam energi terbarukan, kebijakan dan investasinya akan berpengaruh signifikan terhadap upaya global untuk melawan perubahan iklim.